Kajian Subuh Masjid Al-Azhar: Pentingnya Istikamah dan Bersandar pada Rahmat Allah
TANJUNGPINANG — Jamaah Salat Subuh di Masjid Besar Al-Azhar Tanjungpinang mengikuti kajian kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi. Kajian yang disampaikan oleh K.H. Imran Effendy Hasibuan, M.A. tersebut berfokus pada pembahasan Bab Al-Istiqamah, khususnya hadis kedua yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.
Dalam pemaparannya, penceramah mengulas sabda Rasulullah SAW: "Qaribu wa saddidu" (berusahalah mendekati kesempurnaan dan bersikaplah lurus/istikamah). Beliau menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan sehingga tidak akan mampu menjalankan ketaatan secara sempurna 100%. Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk terus berikhtiar semaksimal mungkin dalam beribadah sesuai kemampuan.
Kajian ini juga menegaskan pesan penting dalam hadis tersebut, yakni tidak ada seorang pun yang selamat dari api neraka semata-mata karena amalnya. Ketika para sahabat bertanya apakah hal itu juga berlaku bagi Rasulullah SAW, beliau menjawab bahwa dirinya pun demikian, kecuali karena Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.
"Amal saleh bukanlah 'penukar' atau 'pembeli' surga, melainkan syarat atau sebab yang ditetapkan oleh Allah SWT. Jika dibandingkan dengan nikmat Allah yang begitu melimpah—seperti kesehatan fisik, fungsi organ tubuh, hingga kesempatan hidup—seberapa banyak pun amal yang dipersembahkan tidak akan pernah mampu menyamai besarnya nikmat tersebut," jelas penceramah.
Di akhir sesi, penceramah mengingatkan jamaah agar senantiasa tawaduk dan menjauhi sifat sombong atas ibadah yang dilakukan. Kesadaran akan besarnya rahmat Allah diharapkan dapat menjaga hati umat agar tidak terjebak dalam rasa merasa paling saleh.
Kembali ke Daftar Berita